Apakah semua lancar seperti yang kau
rencanakan?
Bersyukurlah atas apa yang kau dapat
hari ini... J
Ini
ketikan ibumu... yah perempuan yang cerewet itu. Nak, mungkin ketikan ini
adalah ketikan lama... ketikan yang ibu tulis bahkan sebelum adanya dirimu.
Saat ini ibu masih kuliah di sebuah Sekolah Tinggi Teknologi di kota kelahiran
ibu ProBolinggo. Hmm... hari ini selasa hari pertama bulan Oktober 2013, hari
ini ibu libur. Saat terbangun dari tidur tadi ibu memikirkanmu, entah kenapa
ibu berfikiran untuk membuat tulisan yang bisa kau baca kelak dikemudian hari,
hari ini dan seterusnya maksudku.
Izinkan ibu bercerita tentang siapa ibu
ini...
Yah... kuatir saja ibu tidak sempat
menceritakannya padamu :P
Ibu lahir di bulan November 1992 dihari
ke 22, apa kau selalu ingat itu?
Nenekmu
bilang, ibu lahir agak sedikit tidak normal. Berat ibu kala itu hanya 1 kg 8
ons dengan panjang hanya 25 cm persis seperti terong rebus. Tapi ibu adalah
buah hati yang paling dirindukan setelah 15 tahun pernikahan nenek dan kakek mu
yang luar biasa itu. Yah, ibu dating kepada mereka setelah mereka lama menunggu… mungkin
itulah Habib Shodiq guru kakekmu member nama ibu Atika (Aku yang datang). Mereka
menjaga ibu dengan susah payah dalam keadaan yang tak selalu berkecukupan. Tapi
kakekmu adalah laki-laki yang luar biasa beliau tiap malam tak pernah tidur,
beliau lebih memilih terkikis angin malam di pertelon dekat rumah. Namanya Adi
Muhammad, laki-laki paruh baya yang selalu mencium ibu tiap bertemu dan selalu
memberikan ibu kerupuk ikan bulat-bulat, itu enak sekali... sayangnya sekarang
sepertinya sudah jarang ditemui. Nenekmu juga adalah wanita yang sangat luar
biasa, beliau adalah wanita yanng tak pernah bisa berdiam diri. Ada saja yang
beliau kerjakan dari terbit fajar hingga iu tertidur malam... aah sifatnya
benar-benar gigih sedikit mirip dengan ibu Rasulullah, namanya juga Aminah J.
1996,
bulan November hari ke 21 tante mu lahir... yah, tantemu yang galak itu. Kado
teindah ulang tahun ibu. Kebalikan dari ibu, dia lahir 3 kg 4 ons 4 tahun
setelah ibu. Tantemu tidak isa berjalan hingga dia berumur 3 tahun, badannya
begitu lemah. Nenek buyutmu lah yang selalu menggendongnya kemana-mana, jangan
salah.. beliau adalah wanita paling perkasa yang pernah ibu kenal. Buyutmu
kelahiran Madura tahun 1922, apa kau percaya? Yah... dia bahkan masih ikut
melawan penjajah dan kehilangan adik laki-lakinya. Namanya Projo Dhuje saduran
setelah beliau menikah dengan kakek buyut Projo Suja’i ustad kampung yang
galaknya minta ampun, hanya pada cucu-cucunyalah beliau akan menjadi lemah
lembut. Sedangkan orang tua dari nenekmu ibu tidak begitu paham, mereka telah
meninggal sejak nenekmu masih kecil, kasihan yah? Tiap malam nenekmu biasanya
meneritakan masa-masa kecilnya seperti ibu bercerita padamu.
Kembali
pada tantemu, apa kabar dia hari ini? Masih cantik dan sehatkah dia? Tahu kah
kau... waktu kecil tantemu jelek sekali, dia memiliki dahi lebar dan rambut
pirang keriting-keriting dibawahnya. Dia selalu mengikuti ibu kemana-mana meski
ibu sering mengusirnya. Tiap malam dia tidur dengan ibu, dia akan diam setelah
ibu bercerita tentang teman-teman dan dongeng-dongeng bikinan ibu. Dia dan
nenekmu selalu menjaga ibu di TK Kartini 1, sekolah pertama yang mempertemukan
ibu dengan guru terbaik Bu Surti namanya.
TK ibu...
TK
ibu namanya TK Kartini 1 hanya ada 2 kelas. Didalamnya terdapat kursi warna-warni,
favorite ibu warna hijau pupus. Dirak-rak banyak sekali buku bergambar dan
puzzel. Biasanya ibu memainkannya dengan Om Nurul Arifin dan Tante Novi gadis
blasteran Jawa NTT itu. Nak, di masa inilah ibu menambahi nama ibu sendiri
menjadi Atika Rahmawati Ningsih (Aku yang datang padamu dengan limpahan rahmat
dalam kasih), entah apa yang mendorong Atika kecil untuk menambahi namanya
sendiri waktu itu :D . Tiap ada lomba ibu selalu jadi juaranya,
tidak nampak sekalipun bahwa ibu adalah mantan bayi ‘terong rebus’, mungkin ibu
keturunan perkasanya nenek buyutmu itu hahahaha.
SD ibu...
Oh...
andai kamu ada waktu ibu SD mungkin kamu akan menyangka ibu adalah laki-laki.
Ibu bisa melakukan apapun seperti laki-laki. Loncat tinggi, lompat jauh, lari,
renang, berkelahi, balap karung ahh hampir bisa ibu lakukan semua, kalau tidak
percaya tanyakan saja pada tante Elok, tante, Ika si gadis rimba dari borneo, om Nurul
dan om Roby saudara jauh anak trans dari Sampit. 6 tahun ibu mejadi siswi
dengan nilai-nilai yang baik dengan guru favorite Pak Hasan yang super lucu
itu... yah berkat kakek nenekmu juga yang mengayomi dirumah J.
Ahh... semoga sekolah dengan nama SDN Karang Pranti I itu tetap dan makin
berjaya.
SLTP ibu...
Ibu
tidak sekolah di SMP tapi ibu sekolah di Madrasah Tsanawiyah Pajarakan. Sekolah
itu mengharuskan ibu untuk memakai jilbab. Ibu suka jilbab... suka sekali,
meski ibu adalah orang yang clometan dan agak hiperaktif. Disana ibu masuk
kelas Full day, kelas unggulan dimasanya dengan beasiswa hingga ibu lulus.
Adapun Pak Ilunk guru Bahasa Inggris dan Komputer yang menjadi motivator terbesar
ibu. Ibu bukan murid yang suka menghitung, tapi ibu jago dalam menulis dan
melukis. Dari sana juga ibu temukan arti sahabat lewat tante Eny, sahabat yang
masih dekat dengan ibu sampai detik tulisan ibu ini dibuat... dia di UIN
Maulana Malik Ibrahim sekarang jurusan MatematikaJ dari
dia ibu belajar bagaimana memakai jilbab secara istiqomah J.
Sahabat harusnya memang seperti itu... :P
SLTA ibu...
Ibu
sekolah di SMK NEGERI 1 Kraksaan, sekolah yang cukup elite di jamannya :D . Ibu
adalah siswi jurusan APK (Administrasi Perkantoran) tepatnya di APK 1. Ibu
adalah siswi yang aktif, ibu mengikuti PMR, Teater, dan Jurnalistik sebagai
reporter hingga naik jabatan menjadi Editor dibawah naungan seorang weningsari
cantik bernama Nurini Agustin. Ah... ibu masih ingat saat pertama kali tulisan
ibu dimuat, yah meskipun hanya di majalah sekolah. Hanya sekali ibu menjadi
juara 1 lomba apresiasi puisi se kabupaten... wow sensasinya terus saja terasa
hingga kini. Hingga acara wisuda kala itu, Bu Puji sebagai wali kelas ibu
meraih tangan ibu dan berkata “Selamat ya Atika, kamu juara pertama” J.
Adapun sahabat terbaik ibu, tante Ayiek (Nur Ainun Djamil) cantik kan namanya?
Suaranya adalah emas Nak... tapi kami harus berpisah setelah lulus, dia harus
kembali ke tanah kelahirannya... Kendari.
Kuliah ibu...
Ibu
habis mati...
Yah,
impian ibu pupus sudah untuk kuliah di UNIBRAW Malang jurusan Management
Public. Ibu tak ada biaya. Mengingat tantemu harus masuk ke SLTA di tahun yang
sama. Akhirnya Ibu landing di STT NURUL JADID – PAITON berkat dukungan keluarga
dan bantuan Om Nurul (Nurul Hidayat) si jenius yang agak aneh itu hahahaha.
Ternyata banyak sekali teman ibu yang di sana J.
Disana ibu mengenal orang-orang yang hebat dan menyenangkan ada Om Angga
(Nurindra Maidha Manggala Putra) si galak, tante Romlah (Siti Romlah) yang manjanya
minta ampun, dia akan manyun setelah baca ini J,
Om Ain (Zainal Fachrudin) yang suka nangis wkwkwk, tante Dwi (Dwi Nur Kartika
Dewi) yang buat ibu tenang, ada tante Fatim (Fatimatus Zahro) yang sering
marahin ibu kalu ibu bodoh. Ah, semoga kamu juga bisa bertemu denganorang-orang
hebat seperti mereka.
Oh dear, pemrograman itu tidak selalu
mengasyikkan... kadang ibu hampir setress mikirinnya T_T. Tapi bukan ibumu lah
kalau ibu harus menyerah :D... mumumumu :*
... Kisah Kasih Ibu ...
Kamu gak baca juga gak apa-apa :D
Kalau baca jangan kasi tau Ayahmu ,,
wkwkwk
(Kau tahu... saat ini ibu masih belum
tahu seperti apakah Ayahmu) *gelap
** Saat TK, ibu tertarik sekali dengan
kakak kelas ibu yang punya kuncir panjang
** Saat SD, ibu suka sama kakak teman
ibu... orangnya penyayang
** Saat Mts, banyak... tapi yang
berkesan tetap si jangkung muehehehe
** Saat SMK, ibu tertarik dengan anak
ROHIS (Rohani Islam) yang biasa nemenin ibu kalo berangkat dan pulang secolah
jiahahahah
~oOo~
Nak, apa kamu
sudah memahami apa yang harus kamu perjuangkan dalam hidup?
Apakah kamu
sudah menemukan cita-citamu?
Apa kau sudah
memperjuangkannya? Walaupun masih sebatas angan?
Nak, ibu tidak tahu bagaimana keadaan dunia di jamanmu. Persepsi ibu, mungkin
kini kamu sudah melakukannya dengan instan… dengan fasilitas-fasilitas yang ibu
dan ayahmu usahakan. Jangan pernah menyalahgunakan apa yang kami beri,
pergunakanlah semua dengan sebaik-baiknya.
Maaf jika keinginan ibu untuk tidak menyediakan televisi untukmu
benar-benar ibu lakukan. Saat ini semua yang ada di televisi adalah lelucon
Nak, kamu tidak akan pernah dewasa karena kotak itu. Sedangkan negeri dan Islam
membutuhkan ksatria sepertimu untuk makin kokoh berdiri. Jangan takut dan kecil
hati jika teman-temanmu akan menganggapmu sebagai anak yang aneh.
Bangunlah di sepertiga malammu, jangan lupa bangunkan ibu dan ayah juga.
Ingatkan kami untuk bermujahadah dengan segala keterbatasan kita. Lalui
hari-harimu dengan benar-benar seperti manusia… manusia yang punya malu dan
tinggi ketaqwaannya.
Kamulah
tabungan akhirat kami…
Ayo saling
menolong kelak di akhirat, tolong menolong dari tarikan api yang berkobar
karena kelalaian kita saat ini…
Ibu
menyayangimu J




0 komentar:
Posting Komentar