Assalamu’alaikum wr. wb…

Ya Allah lewat sudah usiaku yang ke 20 tahun…
Begitu banyak undangan dari sanak saudara dan karib kerabat…
Undangan menikah, aqiqah, hingga kabar mereka ‘tak lagi’ berjodoh…

Aku seorang perempuan…
Perempuan yang sedikit banyak sudah membayangkan apa yang akan aku rasakan saat aku merasakan itu semua kelak…
Tapi, aku belum menginginkan itu semua… diri ini hanya berfikir “Masih adakah umur untukku untuk tiba di masa-masa itu…?”
Ini suratku untuk-Mu Yaa Alloh…
Sedikit perwakilan dari hati dan perempuan di dunia… (mungkin) ^^

Yaa Rabb…
Jika Engkau mengizinkan hamba berumur panjang…
Izinkanlah hamba menyelesaikan pendidikan lantas mengamalkannya dijalan-Mu. Izinkan hamba membahagiakan kedua orang tua hamba. Mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Izinkan hamba untuk membuat mereka beruntung telah melahirkan dan merawat hamba hingga dewasa.

Yaa Rabb…
Jika Engkau mengizinkan hamba berumur panjang…
Jika kelak hamba sudah mapan, pertemukanlah hamba denagn sosok imam yang senatiasa melabuhkan cintanya kepada-Mu. Yang mampu membimbing dan mengayomi hamba tanpa menyakiti. Sosok senatiasa tidak lemah menjalani ujian, yang senantiasa tidak terlena denagn cobaan dari-Mu. Menjadi anak dan menantu yang taat kepada orang tua, yang ringan tangan kepada tetangga, mampu menjalani kewajiban dengan baik dan menjadi sosok hamba yang sholeh untuk istri dan anak-anaknya.

Yaa Rabb…
Jika Engkau mengizinkan hamba berumur panjang…
Berilah kami putra dan putri yang sholeh sholeha. Keturunan yang sehat dan berakhlakul karimah. Yang senatiasa dapat meneruskan perjuanagan agama dan bangsanya. Sosok buah hati yang dapat menghormati orang tua dan senantiasa mengagungkan nama-Mu dan rasul-Mu disetiap langkah mereka.

Yaa Rabb…
Jika Engkau mengizinkan hamba berumur panjang…
Ridhoilah hamba menjadi sosok istri dan ibu yang penuh cinta, yang dapat menerima suka dan duka. Tidak pernah menyakiti dengan tangan, prilaku dan lisan. Ridhoilah hamba menjadi ma’mum yang dapat menyenangkan hati suami dengan segala upaya, yang dapat menjaga dan menyejukkannya ketika ia bersedih. Jadikan hamba menjadi sosok ibu yang baik, yang dapat dijadikan tempat berlabuh putra dan putri kami disaat mereka butuh tempat untuk menguatkan diri.

Yaa Rabb…
Jika Engkau mengizinkan hamba berumur panjang…
Jadikan kelak rumah tangga yang hamba bina menjadi lahan yang kokoh. Izinkan kami berkecukupan dan tetap bersyukur saat kekurangan. Jadikan kami keluarga yang saling menyayangi dan disayangi sahabat, sanak kerabat, dan tetangga. Jangan tutup pintu hati kami saat ada saudara kami yang membutukan jasa dan do’a.

Yaa Rabb…
Jika nanti hamba telah berada di ujung senja, maka panggillah hamba ditengah anak cucu yang taat pada-Mu. Temapatkanlah hamba di surga-Mu yang indah. Jagalah nama baik hamba meski tubuh telah terkubur tanah. Ringankanlah beban hamba saat akan mengahadap-Mu…

Yaa Rabb…
Jika nanti Engakau memanggil imam hamba terlebih dahulu, maka ringankanlah dosanya dan beratkanlah kadar pahalanya. Jadikan ia sosok yang di dambakan bidadari-bidadari surga-Mu yang jelita. Kuatkanlah kami yang ditinggalkannya…. Jagalah ia hingga kelak kami Kau pertemukan lagi.
Aamiin
Allahu Akbar…!:)

Wasalam

2012.10.01
Bumi Alloh

Pajarakan



Hiaaaaaaakkss ,,
Uas hari ini Pemrograman Java ,,
Episodenya soal Kebun Binatang --"
Projectku GATOT (baca: gagal total)
Kesel kesel keseeeeeeeeeeeL ,,

Tapi mau nyalahin siapa kalo udah kayak gini… ??? L
Akunya aja yang gak care sama matakuliahku yang ini…
Aku sadar emang gak begitu menseriusi pemrograman, yah alasannnya karena emang aku gak suka… L
Ujian-ujian sebelumnya  aku juga gini sih… --“
Jadi ngerasa bersalah sama keluarga dirumah, sama dosen dan sama temen-temen juga… :’(

Aku pengen berubah, tapi gak tahu harus mulai dari mana… :’(
Aku sudah belajar, yah meskipun tidak serajin yang lainnya mungkin….
Kalo aku kayak gini terus, gimana kalo udah skripsi ntar… :’(
Gak mau bayangin deh, pokoknya aku harus berubah…
Dengan adanya postingan ini semoga aku selalu inget bahwa penyesalan itu gak enak, mending aku gak nyaman depan-depannya daripada harus menangis di belakang…
Semoga postingan ini adalah postingan galau pasca ujian yang terakhir… Aamiin
Alhamdulillah Ya Alah, aku ikhlas… don’t stop save me :’)



Huummm…
Aku tau marah itu tidak baik, karena itu adalah tipu daya setan.
Aku gak marah sih… cuma kesel aja :’(
Ternyata cemburu itu tidak hanya dari kekasih untuk kekasih, dalam persahabatanpun cemburu itu ada :’(

Tapi… kenapa harus aku yang ngalami? Kenapa aku musti cemburu…??
Temenku itu bisa dibilang berpengaruh banget sama keseharianku, mungkin dari situlah saat dia lebih mengistimewakan orang lain aku jadi mangkel… >.<
Okey, mungkin aku memang egois… tapi aku mau belajar untuk memaklumi kok, tapi yah itu… kalo aku di cuekin kayak gitu yah kesel juga.

Kadang aku ngerasa tidak di istimewakan, tapi coba kalo orang lain yang bikin kebaikan buat dia… pasti langsung bilang maksih berkali-kali, berkesan bangetlah kayaknya…
Tapi, coba kalo sama aku… semua terasa biasa aja -_-
Padahal kadang dalam persahabatan aku juga pengen ada so sweetnya, gak selalu tertawa terbahak-bahak, tapi tersenyum dan berbicara serius dengan nada yang lembut itu juga istimewa… istimewaaaa banget.

Huuuu… kayanya semua paragraph di atas nyerminin aku egois banget deh…
Aku cemburu, cemburuuuu… banget….
Kenapa sih terbuka sama ku tuh sulit banget deh kayaknya, tapi kalo sama orang lain suka curhat sampe akar-akarnya… :’(

Memang sih aku tidak selalu bijak untuk membantumu, tapi setidaknya jangan membuat ku khawatir dengan pasang muka murung dan meyimpan rahasia.
Sedih banget rasanya… saat aku tahu keadaanmu dari orang lain.
Miris banget rasanya… ketika kamu menangis di pelukan orang lain.
Nyessek banget rasanya… ketika orang lain tahu lebih banyak soal kamu.
Nggilani banget rasanya… ketika aku hanya bisa geleng kepala saat orang-orang tanya kabarmu padaku…??

Aku itu sayang sama kamu… :’)
Aku minta maaf kalo selama ini belum bisa ngertiin kamu. Aku bingung harus gimana… aku gak bisa membedakan kapan kamu sedih dan butuh aku… :’(
Jangan giniin aku lagi…

Janji yaaah… jangan bikin aku ngerasa gak berguna.
Setidaknya katakana aoa saja yang ingin kamu koreksi dari aku… jangan buat aku sibuk menerka-nerka terus.

Aku pengen bales kebaikan kamu, ganti waktumu yang udah kamu luangin buat aku, dan aku juga pengen ngapus air mata kamu… yah meskipun aku cuma bisa bilang “Jangan nangis lagi yah…”

Kalo udah jauh-jauhan gini, mau sms pun aku gak berani…

Kamu harus tahu… aku selalu siap untuk kamu J

Yoshioka Yui (吉岡唯) atau yang biasa dikenal dengan nama panggung YUI merupakan artis Jepang yang jago nyanyi, maen gitar dan nyiptain lagu. Aku suka banget deh sama YUI, soalnya menurutku YUI adalah artis yang gak banyak tingkah… gayanya casual dan sedikit tomboy agak terlihat melankolis dan misterius… hehehe. Tapi kalo cewek yang lahir di Fukuoka, Japan tanggal 26 Maret, 1987 ini nyanyi… beeh dijamin pasti langsung suka J.

Sejak umur 9 tahun YUI sudah gemar membuat puisi, hingga pada saat umurnya 16 tahun dia mulai menulis lagu dan kabarnya sampai rela berhenti sekolah demi memperdalam ilmu musiknya di sebuah tempat kursus. Selama itu YUI dan teman-temannya sering tampil di jalanan (bukan ngamen loh yah…).

Hingga suatu hari YUI mengikuti sebuah kontes music Maret 2003, di sebuah audisi yang diadakan Sony Music Japan. Semua juri member skor tinggi buat YUI. Pas itu YUI nyanyi 3 lagu yaitu “Why me”, “It’s happy line” dan “I know” yang semuanya adalah ciptaan YUI sendiri. Dengan gaya bersila lalu memetik gitar, YUI memberikan aura yang dasyat untuk penonton dan juri-jurinya.

Gak Cuma jago didunia music, YUI juga sempat memukau penggemarnya dengan satu film pendek dengan judul Taiyou no uta, (タイヨウのうた). Di film ini banyak soundtrack yang YUI ciptain dan nyanyiin sendiri diantaranya Good bye days…. Nah, bagi temen-temen yang ngaku suka harajuku, anime atau apapun yang berbau jepang kayaknya waib deh kenalan sama penyanyi cantik ini J





Sebenernya aku nonton film ini secara gak sengaja bareng adekku.
Tiba-tiba aja nih film udah nangkring aja di laptop… (huaa… serrem)
Beberapa menit pertama ngiranya nih film, film perang-perangan… xD


DreamHouse itu bercerita tentang Will Attenton (Daniel Craig) dan rumah impiannya. Will menempati rumah baru ini bersama istrinya (Rachel Weisz), putrid sulungnya Trish (Taylor Geare) dan si bungsu Dee Dee (Claire Geare). Berlatar musim salju yang indah, namun juga penuh misteri keluarga ini sangat bahagia dengan rumah baru mereka ini, meskipun rumah itu terasa aneh termasuk tetangga-tetangga mereka yang seakan enggan mendekati rumah itu…?? Huuumm… kira-kira kenapa yah??

Mulai ada keanehan, Trish dan Dee Dee menhaku sering melihat orang misterius di luar jendela. Tapi, Will dan Libby memanglah orang tua yang baik… mereka selalu bisa menenagkan anak-anaknya. Hingga akhirnya Libby menjadi jenuh, karena kekuatiran anak-anaknya lambat laun mulai beralasan… bhuaaa >.<

Sebagai Ayah yang baik Will pun melapor ke polisi setempat. Tpi, diluar dugaan Will malah tidak mendapatkan respon, polisi-polisi itu mengacuhkan Will begitu saja. Will sangat marah awalnya, karena pihak polisi bahkan tidak menjelaskan sebenarnya ada apa degan rumah itu di masa lalu.

Adapun akhirnya Ann Patterson (Naomi Watts), tetangga Will yang seakan tahu persis riwayat rumah itu, namun Ann tetap saja selalu menghindar dari Will. Will pun mulai menelusuri jejak yang mungkin tersisa. Hingga akhirnya Will mendapati kisah tragis, tentang ibu dan anak-anak yang dibunuh oleh ayahnya sendiri bernama Peter Ward.

Will kemali mengadu ke pihak kepolisian. Akhirnya misteripun terungakap lewat sang kepala polisi melalu sebiah tayangan video Peter Ward yang gila. Sngat jauh dari akal, ternyata Peter Wrd adalah Will Attenton…?? Wow… bagaimana ini bisa terjadi…??

Ternyata Will adalah seseorang yang menderita depresi 5 tahun lalu sejak istri dan anak-anaknya tewas dibunuh. Selama ini Will hanya hidup dalam halusinasinya sendiri. Libby, Trish, dan Dee Dee adalah keluarganya yang telah mati, dan yang sekarang tinggal dirumahnya hanyalah hasil halusinasinya sendiri karena saking terpukulnya Will yang dituduh membunuhnya. Akhirnya Ann pun jujur, tindakan aneh Will ini bukanlah kali pertamanya sejak 5 tahun terakhir. Will sering bertingkah seprti orang normal dengan bayangan arwah istri dan anak-anaknya. Suami Ann lah pembunuhnya, dia menginginkan rumah Will dan hartanya.


Huummffh… aku nontonnya bukannya takut tapi malah nangis sejadi-jadinya. Apa lagi pas Will berpamitan dengan arwah istri dan anak-anaknya yang telah lama menemaninya dalam dunia halusinasi yang tak bisa diterima orang lain…

Sempetin deh buat kalian yang pengen nonton film ini di akhir pekan… di jamin paski berkesan banget deh J

Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
Bagai lapisan tipis air yang beku
Sentuhan lembut kan hancurkan aku

Walaupun cinta tak sempurna
Menghampiriku seketika
Ingin kau tahu betapa rapuhnya aku



* kau tak tahu betapa rapuhnya aku
Masih terasa luka  di masa lalu
Ku pernah mencintai sepenuh hati

** dan ku terluka, luka membekas
Bekas membuat, buat selamanya
Selamanya ku, ku kan selalu
Ku kan selalu rapuh


Ku ingin tunjukkan kepada dunia
Tak hanya ada karena masa lalu
Tapi masih ada harapan bagi yang baru

Kau tawarkan ku sejuta harapan
Namun kenangan itu tak pernah hilang
Ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku


Kau datang bagai hujan
Basahi tanah hati
Tapi kau lihat sendiri
Luka ini


Ku kan selalu rapuh

Huuu…. Aku suka banget nih sama film yang satu ini. Berkisah tentang Kate Coleman (Vera Farmiga) yang mengalami keguguran karena suka minum alcohol, sejak saat itu dia mengalami depresi dan penyesalan luar biasa. Suaminya, Jack Coleman (PeterSarsgaard) berusaha membantunya melewati masalah itu dan akhirnya sepakat untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan. Meskipun sebenarnya mereka sudah memiliki dua orang anak, yaitu Daniel (JimmyBennet) dan Max (AryanaEngineer) yang bisu dan tuli.

Adalah Esther (IsabelleFurhman) yang baru berusia 9 tahun seorang anak yatim piatu yang tidak terlalu pandai untuk bergaul menjadi putri adopsi keluarga harmonis ini. Namun, dalam keluarga dia adalah anak yang manis meski terkadang penuh misteri. Sejak kedatangan Esther keluarga Kate menjadi berantakan, perlahan Kate menyadari bahwa memang ada yang salah dengan Esther. Setia kali Kate mengadukan masalah ini kepada suaminya, dia hanya mendapatkan kecaman karena Kate terlihat terlalu mengada-ngada. Susah payah Kate mencari jati diri Esther sesungguhnya. Hingga suatu hari Kate menemukan sesuatu yang aneh di dalam Al Kitab yang sering Esther bawa kemana-mana.

Dalam kitab itu, terdapat sebuah logo lembaga yang dikira adalah sebuah nama panti asuhan tetapi setelah diselidiki logo itu Bukanlah nama sebuah panti asuhan melainkan sebuah nama Rumah Sakit Jiwa. Pada saat itu, di rumah sakit, Kate menerima telepon dari Saarne Institution.

Dokter yang menghubunginya menagtakan kalau nama asli Esther adalah Leena Klameer. Dua sebenarnya bukan seorang anak-anak lagi. Melainkan adalah seorang wanita dewa berusia 33 tahun. Dia mengidap penyakita yang menbuat tubuhnya tidak bisa berkembang secar fisik. Jadi, meskipun usianya sudah dewas, tapi tubuhnya tetap menyerupai anak-anak. Leena adalah psikopat yang berbahaya. Dia berulang kali berhasil kabur dari rumah sakit setelah membunuh beberapa pegawai. Kate semakin meradang, dia bingung harus bagaimana karena dia tahu bahwa nyawa keluarganya sedang terancam. Namun, sayangnya tak ada satupun yang mempercayainya.

Leena adalah psikopat yang sangat mendambakan cinta seorang laki-laki, namun karena keterbatasannya itu dia menjadi depresi. Alhasil, setiap ayah adopsi yang tidak bisa menerima cintanya akan dia bunuh secara berantai dengan semua keluarganya. Hingga suatu malam Jack, akhirnya ayah yang baik itu harus tewas terbunuh di tangan Leena yang gila. Malam itu Leena bemar-benar kalap, malam itu Kate benar-benar ‘berperang’ melawan Leena. Hingga akhirnyapun Leena meninggal setelah tenggelam di danau es yang beku.









Gimanaaaa… seru kaaaann?? Film ini juga cucok kok di buat nonton bareng keluar, temen, ato pacar *bagi yang udah punya. Filmnya sih simple… tapi unik. Apalagi di tambah peran Isabelle Furhman yang emang natural banget… meskipun dia masih anak-anak J

I heard
That you're settled down
That you
Found a girl
And you're
Married now

I heard
That your dreams came true.
Guess she gave you things
I didn't give to you

Old friend
Why are you so shy?
Ain't like you to hold back
Or hide from the light

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead,
Yeah.

You know how the time flies
Only yesterday
It was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise
Of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known
How bittersweet this would taste?

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead


Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow

One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this

One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more

One step closer
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand yearsI'll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand yearsI'
ll love you for a thousand more



Heuuuf ,,
Setelah jadi mahasiswi, baru nyadar ternyata udah lama banget gak datang ke SMA (baca : SMK N 1 Kraksaan)
Dari rumah udah kangen banget, buangeeetzz…
Pas masuk gang, mulai keinget deh sama kejadian jadul, sama si anu yang biasanya rela nugguin buat jalan bareng ke sekolah, nenek-nenek yang biasanya duduk santai pagi hari dirumahnya ternyata masih sehat wal afiat… Alhamdulillah J
Rumah belakang sekolah ternyata masih tetep buka servis mesin tik, hahaaa… biasanya aku suka jemput mesin tik yang udah dibenerin… gilaaa !! berraatt beud boooo ,,
Pas liat pintu gerbang rasanya pengen nangis eee ,,
Jadi nervous gak jelas, rasanya seperti kembali menjadi siswa baru 5 tahun lalu… :*
Begitu banyak orang-orang yang kelihatn seperti temanku sewaktu masih sekolah dulu, tapi yah jelas itu cuma kenangan yang masih melekat di fikiranku aja… huuupphh >.< *sedih
Lebih masuk kedalam, lapangan ini masih terasa luas, biasanya aku suka liatin temen-temen maen disana…
Gerombolan anak-anak didepan pintu sambil teriak-teriak itu bener-bener bikin aku iri ,,
Pengen banget rasanya ke masa itu lagi…


Okey ,,
Kameranya emang jelek… no bash #namanya juga jadul

Eh, eh… saya yang paling kiri, yang paling imyutz… xD
           Saat itu aku sudah berbicara dengan cara dan rencana yang paling baik aku punya. Aku duduk mantap menghadap orang tuaku. Aku tidak menagis, aku mengatakannya dengan tegas dan percaya diri “Aku ingin kuliah Sastra dan Budya di Malang”. Mereka tidak melarang, bahkan keduanya terlihat bangga tapi aku merasakan ketidak berdayaan dalam perkataan mereka selanjutnya “Kami tidak bisa… lanjutkan pendidikanmu disini saja, ilmu dimanapun akan tetap sama”. Aku menagtupkan kedua bibirku, itu penolakan pertama dari orang tuaku selama aku hidup. Aku memilih diam dan bertanya sendiri “Kenapa harus aku?”.
            Aku berusaha terlihat tegar, berusaha tetap ceria dan menjalani hari-hari dengan biasa saja. Tapi ketika melihat sosok perempuan itu aku tidak bisa menahan air mataku “Bu Guru, saya akan masuk TI di sisni saja” dia menjawab “Alhadulillah, semoga Allah membukakan masa depan yang indah untukmu dari sana” katanya. Malam itu aku bermalam di rumah mungilnya, kamar yang gelap masih terkalahkan dengan gelapnya hati dan fikiranku saat itu. Aku menatap bulan dari jendela kamar, indah sekali sampai aku ingin segera menemui pagi untuk melukisnya. Tiba-tiba Bu Guru menghampiriku, aku pura-pura terlelap tapi isak tangisnya tidak bisa menahanku untuk tetap pura-pura tertidur “Ibuuu…” pekikku sambil menangis “Saya tidak ingin kuliah lagi…” imbuhku sambil memeluknya “Iyah, ibu tahu ini bukan jalan yang kamu inginkan sejak awal” katanya sambil mencium keningku dan memelukku erat. Entah siapa yang aku peluk malam itu, Bu Guru yang biasanya mengajarku di kelas?, perempuan yang meng-anakkanku?, ataukah malaikat yang selalu menjagaku? yang jelas aku sangat mencintainya.
            Aku adalah mahasiswi Teknik Informatika setelah itu. Awal waktu aku biasa saja, aku rajin mencatat apa yang disampaikan dosen. Aku ingin tetap berusaha untuk kedua orang tuaku, orang-orang yang mendo’akanku, kakak tingkat yang mengatakan padaku agar aku selalu berteriak pada diriku sendiri “From zero to hero”, untuk teman-temanku yang selalu mendukungku dan menyemangatiku saat aku mulai merasa kesal dan menyesal. Semester pertama aku masih bisa berjalan beriringan. Mencatat dan melukisi buku catatanku dengan pensil warna-warni, itu membuat ku semakin bersemangat.
            Hingga suatu sore yang terasa mendung meskipun matahari bersinar kemerahan di arah barat. Aku bersiap untuk meyembarang jalan untuk pulang, sampai ditengah jalan tiba-tiba kakiku tidak bisa digerakkan sedangkan mobil biru itu mengklakson tepat hanya beberapa meter disampingku… tapi ku tetap tak bisa bergerak seakan ku lupa bagaimana caranya untuk melangkah Ya Allah… akhirnya aku bisa bergerak di saat-saat terakhir. Aku berjalan dengan senyum kelegaan disepanjang gang rumah. Hingga setelah aku mengetuk pintu, aku merasa memasuki rumah yang salah…. Baiti jannati? Ah… aku tidak percaya itu sejak hari itu. Semua mulai berantakan, aku dia baikan.
            Pertengkaran orang tua yang membuat anak frustasi dan membuat anak gila dengan melakukan hal-hal tidak benar aku kira hanyalah skenario di film cengeng saja, tapi aku benar-benar mengalaminya. Caci maki yang tidak pernah aku dengar sebelumnya mulai aku hafal denga sendirinya terbawa kemanapun aku pergi saat aku makan, di jalan, di kelas sampai ke dalam sujudku. Malam demi malam aku semakin rajin membuat bantalku basah dengan airmata. Sejak itulah ibadahku sudah tak tersa nikmat, ibadah hanya terasa seperti rutinitas harian saja. Kuliahkupun mulai terbengkalai, buku catatanku yang penuh dengan materi kuliah mulai beralih fungsi menjadi buku harian denga segala macam hal curahan hati, dan do’a dalam keluhan. Tak hanya cukup sampai disitu, jejaring sosial yang awalnya ingin aku jadikan sebagai media silturahmi dan sharing tanpa aku sadari telah penuh dengan status pasaran.
            Aku merasa sendirian, kembali kerumah mungil Bu Guruku seperti hal yang paling sulit aku lakukan. Aku mencari kesenangan dengan caraku sendiri dengan mengakrabi musik-musik Korea sebagai pengantar tidur. Kegilaanku mungkin membuat sebagian orang merasa kesal atau bahakan kasihan. Mereka mulai mengkritikku dengan berbagaimacam cara yang mereka mau. Tapi ‘kepedulian’ itu terasa tidah adil bagiku, aku merasa mereka kompak untuk menyudutkanku tapi mereka memuai saat aku butuh bercerita dan mencari solusi. Hanya pada satu orang aku mau diam dan mendengarkan. Sosok yang mengatakan hal yang baik dengan cara yang unik, cara yang bisa ku terima karena dia mengatakannya langsung dihadapanku bukan seperti orang lain yang berbisik-bisik dibelakangku tanpa membuktikan apa-apa. Sejak saat itulah aku mulai jatuh cinta….
            Kepolosannya adalah ketenangan, kebijakannya adalah ketentraman dan kehadirannya adalah anugerah. Aku berkata pada dunia “Sebentar lagi mungkin aku bangkit…”. Selanjutnya aku mulai tidak tenang, dan dalam ketidak tenangan itulah aku mulai menyairkan satu lagu yang bisanya tak pernah sampai habis aku dengarkan…
1 detik lalu  dua hati terbang tinggi
Lihat indahnya dunia membuat hati terbawa
Dan bawaku kesana dunia fatamorgana
Teramanja-manja oleh rasa dan ku terbawa terbang tinggi oleh suasana
Dari sudut mata jantung hati mulai terjaga
Berbisik ditelinga coba ingat semua.
Dan bangunkalah aku dari mimpi-mimpiku,
Sesak aku disudut maya dan tersingkir dari dunia nyata
Dan bangunkanlah aku dari minpi indahku
Berangan-akanku berlari dari rasa yang harus kubatasi
Dan kau menawarkan rasa cinta dalam hati
Ku tak tahu harus bagaimana untuk raba mimpi atau nyata
Dan bedakan rasa dan suasana dalam rangka sayang atau cinta yang sebenarnya
Dan bangunlah aku dari buta mataku jangan pernah lepaskan aku tuk tenggelam didalam mimpiku
                    Dan benar… Allah tidak sampai membuat aku menunggu lama untuk memperlihatkan peran yang harus aku jalani. Aku akan belajar cukup untuk meperhatikannya sampai jauh. Aku tidak mau cerita klasik ini akn mengganggu jalannya dan jalanku, aku harus terbiasa dengan hidupku sendiri, aku harus bangkit tanpa harus menghancurkan pendiriannya. Dan aku membuat jarak denga cara semestinya, terserah dia menganggap aku apa… aku sama sekali tidak peduli, aku hanya ingin menjaganya.
                    Tak sampai disitu rupanya Allah mengujiku dikeadaan rawan ‘butuh seseorang’ seperti waktu itu. Akupun bertemu dengan orang baru namaun terasa telah mngenalku lama… lama sekali. Aku begitu nyaman dengannya hampir tak ada cela. Semua berangsur angsur indah, masalah dirumah terasa lebih ringan karena kata-kata positif dan kepercayaan dirinya menyampaikan. Kali pertama kau berangkat ke kampus dengannya, dan kali pertama aku berharap jarak kampus akan bisa menjadih jauh, jauh, jauh, jauuuh… karena aku sedang dengannya. Benda yang tak mau kusebutkan itu semakin melengkapi kepercayaanku bahwa aku tidak pernah sendiri, aku berfikir ternyata Allahbisa menggerakkan hati siapun untukku. 28 minggu dan akhirnya kisahku berakhir dengan skenario paling aku benci. Hanya berdo’a Allah bisa segera membalikkan hatiku kesisi yang paling Dia ridoi, dan aku tak butuh waktu lama untuk itu.
                    Aku kembali GALAU, tapi di balik 5 huruf yang merangkai arti yang buruk itu kutemukan makna yang lain, yang jauh lebih lucu dan menyenangkan tentang GALAU yang bermakna God Always Listening And Understanding… yeyyy…!! Semua terasa indah begitu saja. Kemudian aku memutukan untuk kembali ‘melihat’ ke kisah klasikku pertama tapi dengan pandangan yang berbeda. Aku tak lagi mengiinginkannya seperti dulu. Mudah saja untukku menghilangkan apa yang disebut rindu, aku cukup mneybut namanya dan kemudian berusaha untuk tidak sering melihatnya karena itu pupuk yang salah. Aku tidak peduli dia berbuat apa, apakah dia mencintai orang, sedang tersenyum, sedang tertawa, sedang positif thinking, sedang bangga, sedang besar kepala… aku benar-benar tidak peduli jika dia bahagia. Tapi, aku selalu berfikir “Apakah dia akan sedih hari ini? Apakah dia sedih hari ini?” selebihnya cukup dulu. Karena aku bahagia jika dia bahagia karena orang lain, daripada dia dia bersedih karena orang lain…
                    Dalam keacuahan itu, aku lebih ingin berkutat dengan sahabatku. Ada dua orang yang paling aku sayang sebenarnya. Meski lama terpisah dan sekarang masih tetap mencintaimu “Tomat”. Kamu orang paling bisa me ukiskan apa itu keindahan dengan begitu gampang. Yang selalu ada buatku saat aku datang dengan bendungan airmata, aku hanya ingin menumpahkan di depanmu. Aku tidak pernah canggung padamu, seberat apapun beban di punggungmu kamu selalu bersedia menaruhnya untuk menggendongku saat aku sudah lelah. Terkadang aku tidak menyangka di balik badanmu yang lebih pendek dariku, kamu perempuan dengan enegri yang tinggi menjulang, lebih tinggi dari pada pandanganku sendiri. Terimakasih…



                    Dan selanjutkan kamu, yang biasanya selalu memandangku dengan wajah tertekuk. Yang benar-benar terlihat bosan mendengarku mengeluhkan ini dan itu. Hanya didepan laki-laki sepertimu aku berani menagatakan apapun yang ada dalam otakku dengan mimik muka yang bisa aku tunjukkan dengan bebas. Aku tidak peduli seberapa jahat kamu memberiku nilai atas usahaku yang hampir tidak pernah sesuai dengan teorimu. Aku akan membelamu saat oarng lain mengatakan kamu jahat, meskipun terkadang itu benar. Itu karena mereka hanya menangkap apa yang kau katakan bukan apa yang kamu maksudkan. Semua maksud dalam perkataanmu adalah ilmu yang tidak akan pernah akan didapatkan di bangku sekolah atau kuliah. Ilmu yang hanya keluar dari mulutmu saat kamu benar-benar sudah tidak tahan melihatku yang semakin hari malah semakin bodoh. Meskipun aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya, tapi terima kasih sudah mau mengenalku dan keluargaku. Akau akan tetap menjadikanmu dalam daftar teman terkeren, meski kamu akan mengatakannya “Gak penting banget kamu Tik…!!”, sampai seribu kalipun tidak akan aku dengarkan ^o^



                    Kemudian untuk satu nama manusia lagi yang sebenarnya tidak ingin aku sebut, yang sedang tertidur lelap saat aku mengetik ini. Adekku, si bungsu yang sudah menggangguku hampir 17 tahun. Siapa yang akan menyangka kamu akan lebih berpengalaman dalam beberapa hal dariku, jika di ingat kemarin masih sekedar sosok kecil hitam berambut ikal yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Dan sekarang kamu sudah tumbuh menjadi gadis pintar, cantik dan sehat. Aku ingin kamu merasakan hal-hal yang memabhagiakanku selama aku hidup dan aku tak ingin sedikitpun ingin kamu merasakan beban dan kesulitan yang pernah aku rasakan. Aku ingin Allah menunjukkan kekuasaannnya padamu dengan hal-hal yang indah… love u love u love u love u



              Dan untuk semuanya, untuk guru TK ku yang cantik dan masih sering menjengukku kerumah (kebalik yah… hehehe), Pak Kumis guru SD yang suka mengirimiku gambar-gambar plus pesan-pesan paling keren sedunia, Wali kelas Tsanawiyahku yang lebih keren daripada motivator yang sering muncul di teve, Bunda dengan hijab lebar nan cantik yang selalu mendo’akanku meski tidak pernah aku minta, buat temen-temen sekolah yang udah nyaksiin betapa culunnya aku dengan seragam TK, merah putih, putih biru, putih abu-abu, sampai temen kuliah yang sering tidur masal di kosan terima ksih sudah mau ambil peran dalam secuil kisah dari Allah ini lewat aku yang kadang tidak tahu harus memainkan peran seperti apa dalam hidup kalian… terimaksaih ^^

                    Ooopss… juga buat geng STRONg yang selalu bikin aku pusing dengan PR-PR kalian tiap malam. Terima kasih udah ngeliat aku sebagai orang terpandai dalam genk… hahaha. Pengen nyolek Mifta, Aus, Andik, Nurul, Luqman, Rahman, Adim, Samir, Gedy, Desy. Dela, Muna, Nadia, Dian, Rindy dan Firda.
Dan kalian, yang udah jadi perantara Allah buat aku ada di dunia Adi Muhammad dan Aminatus Sa’diah. Tanganku masih kosong tapi hati dan fikiranku sudah penuh… love you <3


Cerita kita belum berakhir… J J J J