Menikah itu bukan hanya sekedar ntuk memutuskan zina !!
Tetapi dari sanalah pintu ‘pembelajaran’ dibuka dari seorang guru yang kita sebut suami, imam yang akan mengantarkan kita ke surge-Nya lewat binaan ibadah dan taqwa… bukan sekedar memenuhi nafkah dan memberikan keturunan.
Menikah harusnya menjadi pintu berlindung dari pandangan dan perbuatan tidak halal. Tapi mengapa setelah menikah perempuan terkesan “Ya sudahlah… aku toh sudah tidak perawan, tidak ada lagi yang menginginkan seorang perempuan yang sudah bersuami dan punya anak”

,, Tetaplah tutup auratmu dengan benar, demi keselamatan keluarga ,, :’)
            Iman Haidar mencintai Leny yang seorang kristiani. Mulanya tak ada masalah dengan hubungan mereka hingga suatu hari Leny mmemutuskan untuk menjadi biarawati dan tidak akan menikah karena dia sangat mencintai Tuhannya. Iman tak bisa berbuat apa-apa, kehidupannya mulai oleng dan terpaku pada keputusan Leny kekasihnya. Tak ada hal berarti yang Iman lakukan setelah itu, tiap hari dia hanya memperhatikan Leny di gereja dengan putus asa. Lambat laun Lenypun menjadi orang lain yang terlihat lebih bahagia.  Tak ada lagi tatapan cinta untuk Iman, mantan kekasihnya. Hingga suatu hari Leny meninggal karena penyakit kanker. Iman sangat terpukul dan hidupnya semakin tak terkontrol. Dia tak habis fikir dengan Tuhan yang ‘mengambil’ Leny seorang anak manusia yang sangat mencintai-Nya.
            Iman masih kerap mengunjungi makam Leny setelah itu, membuat sahabat-sahabatnya  kesal sekaligus bersimpati. Berulangkali mereka mengingatkan Iman tengan keimanan dan cinta tapi bagi Iman Tuhan telah berlaku tidak adil. Dalam kekalutannya Iman mulai teringat lagi masa lalunya, masa lalu yang mengingatkan pada masa kecilnya yang indah sebagai  seorang bocah muslim yang taat. Tapi, imannya kini telah hilang entah kemana. Dalam lubuk hatinya dia mulai ingin kembali pada Tuhannya dan memastikan siapa dirinya.

            Bertemulah Iman tanpa sengaja dengan muslimah cantik bernama Kalila. Perlahan Kalila dan teman-temannya membantu Iman mengenal Tuhannya kembali, Allah SWT. Tak hanya dalam kehidupan nyata Iman tertuntun. Kedua oarng tuanya yang telah meninggalpun kerap ‘mengunjungi’ tafakkurnya mencari Allah Ta’ala J

          Nah, ini sedikit sinopsis cerpen yang saya buat. Awalnya terlihat menjadi naskah yang ‘berat’ untuk dicerna. Tapi karena editoranya emang jago ngedit dan sabar menuntun saya pake melotot akhirnya tembus juga ni cerpen, meski cuma di bulletin kampus temen :P

                          
                                                                       ~Atika~