Iman Haidar mencintai Leny yang seorang kristiani. Mulanya
tak ada masalah dengan hubungan mereka hingga suatu hari Leny mmemutuskan untuk
menjadi biarawati dan tidak akan menikah karena dia sangat mencintai Tuhannya.
Iman tak bisa berbuat apa-apa, kehidupannya mulai oleng dan terpaku pada
keputusan Leny kekasihnya. Tak ada hal berarti yang Iman lakukan setelah itu,
tiap hari dia hanya memperhatikan Leny di gereja dengan putus asa. Lambat laun
Lenypun menjadi orang lain yang terlihat lebih bahagia. Tak ada lagi
tatapan cinta untuk Iman, mantan kekasihnya. Hingga suatu hari Leny meninggal
karena penyakit kanker. Iman sangat terpukul dan hidupnya semakin tak
terkontrol. Dia tak habis fikir dengan Tuhan yang ‘mengambil’ Leny seorang anak
manusia yang sangat mencintai-Nya.
Iman masih kerap mengunjungi makam Leny setelah itu,
membuat sahabat-sahabatnya kesal sekaligus bersimpati. Berulangkali
mereka mengingatkan Iman tengan keimanan dan cinta tapi bagi Iman Tuhan telah
berlaku tidak adil. Dalam kekalutannya Iman mulai teringat lagi masa lalunya,
masa lalu yang mengingatkan pada masa kecilnya yang indah sebagai seorang
bocah muslim yang taat. Tapi, imannya kini telah hilang entah kemana. Dalam
lubuk hatinya dia mulai ingin kembali pada Tuhannya dan memastikan siapa
dirinya.
Bertemulah Iman tanpa sengaja dengan muslimah cantik
bernama Kalila. Perlahan Kalila dan teman-temannya membantu Iman mengenal
Tuhannya kembali, Allah SWT. Tak hanya dalam kehidupan nyata Iman tertuntun.
Kedua oarng tuanya yang telah meninggalpun kerap ‘mengunjungi’ tafakkurnya
mencari Allah Ta’ala J
Nah, ini sedikit sinopsis cerpen yang saya buat. Awalnya terlihat menjadi
naskah yang ‘berat’ untuk dicerna. Tapi karena editoranya emang jago ngedit dan
sabar menuntun saya pake melotot akhirnya tembus juga ni cerpen, meski cuma di
bulletin kampus temen :P
~Atika~