Perempuan Indonesia yang ingin begini dan ingin begitu :D
Selalu
aja ada kesulitan buat nulis yang namanya 'judul', ah yang penting pesanku
nyampek :D
Aku senang akhir-akhir ini kamu semakin sibuk dan terkesan benar-benar mengepres kegiatan untuk ujianmu. Kadang aku lupa, kadang sok lupa, kadang malah gak bisa lupa padamu yang menjadi icon sebuah nama yang suka aku tulis di manapun kalo aku pegang pensil dengan Bahasa Arab, namamu, :D nulisnya gampang soalnya hehehe
Disamping aku memang menyukaimu aku selalu menangkap aura yang membuat aku iri, entah apa... yang jelas aku ingin merasakan dan mencintai hal-hal yang kamu perjuangkan hari ini...
Berjuang terus... yang semangat, tetap bersungguh-sungguh. Aku yakin dunia sudah tak sabar untuk gerak hati dan otakmu... Subahanallah kamu masih mau belajar menjaga keduanya meski mungkin masih tertatih-tatih.
Apapun kesulitan yang ada sekarang ini, tentu kamu tau harus kau apakan kerikil itu... menjadi Pemenang memang tidak mudah kan? :D
Tapi calon pemenang mestinya juga harus punya badan yang sehat...!! jadiii..........
Aku senang akhir-akhir ini kamu semakin sibuk dan terkesan benar-benar mengepres kegiatan untuk ujianmu. Kadang aku lupa, kadang sok lupa, kadang malah gak bisa lupa padamu yang menjadi icon sebuah nama yang suka aku tulis di manapun kalo aku pegang pensil dengan Bahasa Arab, namamu, :D nulisnya gampang soalnya hehehe
Disamping aku memang menyukaimu aku selalu menangkap aura yang membuat aku iri, entah apa... yang jelas aku ingin merasakan dan mencintai hal-hal yang kamu perjuangkan hari ini...
Berjuang terus... yang semangat, tetap bersungguh-sungguh. Aku yakin dunia sudah tak sabar untuk gerak hati dan otakmu... Subahanallah kamu masih mau belajar menjaga keduanya meski mungkin masih tertatih-tatih.
Apapun kesulitan yang ada sekarang ini, tentu kamu tau harus kau apakan kerikil itu... menjadi Pemenang memang tidak mudah kan? :D
Tapi calon pemenang mestinya juga harus punya badan yang sehat...!! jadiii..........
Ketika perempuan tiba di
saat dia menaikkan standart kelayakan dengan materi sebagai kalkulasi untung
rugi, tanya kenapa...?!
Laki-laki... jangan tarik kami dengan harta dan tahta karena itu akan membuat kami menuntut untuk terpenuhi & meminta lebih.
Jangan suguhkan kami rayuan gombal, padahal kami bisa mencintai yang BIASA dengan bangga.
Tak perlu menuntut kami untuk mencintai kalian apa adanya, jika kalian tidak suka dengan apa yang kalian punya.
Yaa... semua perempuan menyukai uang, tapi tidak selamanya itu membahagiakan...!
Yaa... semua perempuan mengharapkan laki-laki yang mapan, tapi sekali waktu kami ingin lebih di utamakan...!
Jadilah laki-laki sederhana dan bijaksana berkasih sayang yang bisa kami junjung tinggi harkat dan martabatnya...
Atas nama Allah jangan manjakan kami dengan dunia yang menjadi kelemahan kami...
Jangan jadikan kami calon istri-istri nusyus yang menjadi alasan Allah menarikmu ke Neraka...
Muliakan silaturahmi tanpa dusta, ajari kami menerima tentang bahagia dan derita...
Laki-laki... jangan tarik kami dengan harta dan tahta karena itu akan membuat kami menuntut untuk terpenuhi & meminta lebih.
Jangan suguhkan kami rayuan gombal, padahal kami bisa mencintai yang BIASA dengan bangga.
Tak perlu menuntut kami untuk mencintai kalian apa adanya, jika kalian tidak suka dengan apa yang kalian punya.
Yaa... semua perempuan menyukai uang, tapi tidak selamanya itu membahagiakan...!
Yaa... semua perempuan mengharapkan laki-laki yang mapan, tapi sekali waktu kami ingin lebih di utamakan...!
Jadilah laki-laki sederhana dan bijaksana berkasih sayang yang bisa kami junjung tinggi harkat dan martabatnya...
Atas nama Allah jangan manjakan kami dengan dunia yang menjadi kelemahan kami...
Jangan jadikan kami calon istri-istri nusyus yang menjadi alasan Allah menarikmu ke Neraka...
Muliakan silaturahmi tanpa dusta, ajari kami menerima tentang bahagia dan derita...
Jika Tembok Konstatinopel
hancur dalam sekali serang, maka tahun 1453 bukanlah tahun kaum yang menang.
Jika Tembok Konstatinopel hancur dalam sekali serang, maka Al Fatih tidak akan 'hidup' hingga sekarang.
Jika Tembok Konstatinopel hancur dalam sekali serang, maka penantian 800 tahun golongan Islam tidak akan pernah mengandung kenang.
Jika Tembok Konstatinopel hancur dalam sekali serang, maka istikharah 3 lapis pejuang hanyalah pemanis medan perang.
Aku bukan Al Fatih yang ber Ayahkan Sultan Murad. Bahkan cintaku pada Allah & Rasulullah adalah gunung berbanding biji Zarra.
Dari Sang Penakluk aku ingin belajar rasanya bersandar dengan hati yang Lillah.
Menembus sebongkah perasaan yang dilindungi tembok iman & parit ketaqwaan...
Aku ingin hidup di 'kota' yang ada di baliknya...
Nanti, setelah aku mampu memindahkan 70 kapal kebaikan melewati daratan panjang menuju 'Teluk Golden Horn yang terantai'... Insya Allah itu hatimu.
Atika R. Ningsih
,, Hanya puisi
Jika Tembok Konstatinopel hancur dalam sekali serang, maka Al Fatih tidak akan 'hidup' hingga sekarang.
Jika Tembok Konstatinopel hancur dalam sekali serang, maka penantian 800 tahun golongan Islam tidak akan pernah mengandung kenang.
Jika Tembok Konstatinopel hancur dalam sekali serang, maka istikharah 3 lapis pejuang hanyalah pemanis medan perang.
Aku bukan Al Fatih yang ber Ayahkan Sultan Murad. Bahkan cintaku pada Allah & Rasulullah adalah gunung berbanding biji Zarra.
Dari Sang Penakluk aku ingin belajar rasanya bersandar dengan hati yang Lillah.
Menembus sebongkah perasaan yang dilindungi tembok iman & parit ketaqwaan...
Aku ingin hidup di 'kota' yang ada di baliknya...
Nanti, setelah aku mampu memindahkan 70 kapal kebaikan melewati daratan panjang menuju 'Teluk Golden Horn yang terantai'... Insya Allah itu hatimu.
Atika R. Ningsih
,, Hanya puisi
Aku berdiri mematung di depan etalase di koperasi kampus.
Seketika semua suara di sekitarku menghilang~
Ada sosok ikhwan yang menarik beberapa meter dariku, sekilas pandangan kami beradu... benar benar kurang pantas sebenarnya.
Parahnya aku masih mencuri pandang ke arahnya yang membawa map biru.
Sudah semester akhir rupanya...
Gayanya begitu unik di balik almamater hijau dan celana hitam yang di lipat dibagian bawahnya.
Wajahnya begitu teduh dan tegas dengan jenggot tipis di sekitar dagunya.
Auranya terasa luwes dan bersahaja, begitu kontras dengan pemuda di sekitarnya.
Baru kali itu aku melihatnya, hanya sekali dari sekian banyak hari di STT Nurul Jadid ini...
"Assalamu'alaikum Ziq" seseorang menyapanya.
'Wa'alaikumussalam" jawabnya sumringah.
Namanya Ziq, entah apa nama lengkapnya...
Yang jelas dia sudah meninggalkan sesuatu di fikiran adik tingkatnya ini...
Entah kapan akan bertemu lagi...
Bahkan wisudanya hanya terhitung dalam hitungan hari...
Seketika semua suara di sekitarku menghilang~
Ada sosok ikhwan yang menarik beberapa meter dariku, sekilas pandangan kami beradu... benar benar kurang pantas sebenarnya.
Parahnya aku masih mencuri pandang ke arahnya yang membawa map biru.
Sudah semester akhir rupanya...
Gayanya begitu unik di balik almamater hijau dan celana hitam yang di lipat dibagian bawahnya.
Wajahnya begitu teduh dan tegas dengan jenggot tipis di sekitar dagunya.
Auranya terasa luwes dan bersahaja, begitu kontras dengan pemuda di sekitarnya.
Baru kali itu aku melihatnya, hanya sekali dari sekian banyak hari di STT Nurul Jadid ini...
"Assalamu'alaikum Ziq" seseorang menyapanya.
'Wa'alaikumussalam" jawabnya sumringah.
Namanya Ziq, entah apa nama lengkapnya...
Yang jelas dia sudah meninggalkan sesuatu di fikiran adik tingkatnya ini...
Entah kapan akan bertemu lagi...
Bahkan wisudanya hanya terhitung dalam hitungan hari...
Aku berdiri mematung di depan etalase di koperasi kampus.
Seketika semua suara di sekitarku menghilang~
Ada sosok ikhwan yang menarik beberapa meter dariku, sekilas pandangan kami beradu... benar benar kurang pantas sebenarnya.
Parahnya aku masih mencuri pandang ke arahnya yang membawa map biru.
Sudah semester akhir rupanya...
Gayanya begitu unik di balik almamater hijau dan celana hitam yang di lipat dibagian bawahnya.
Wajahnya begitu teduh dan tegas dengan jenggot tipis di sekitar dagunya.
Auranya terasa luwes dan bersahaja, begitu kontras dengan pemuda di sekitarnya.
Baru kali itu aku melihatnya, hanya sekali dari sekian banyak hari di STT Nurul Jadid ini...
"Assalamu'alaikum Ziq" seseorang menyapanya.
'Wa'alaikumussalam" jawabnya sumringah.
Namanya Ziq, entah apa nama lengkapnya...
Yang jelas dia sudah meninggalkan sesuatu di fikiran adik tingkatnya ini...
Entah kapan akan bertemu lagi...
Bahkan wisudanya hanya terhitung dalam hitungan hari...
Seketika semua suara di sekitarku menghilang~
Ada sosok ikhwan yang menarik beberapa meter dariku, sekilas pandangan kami beradu... benar benar kurang pantas sebenarnya.
Parahnya aku masih mencuri pandang ke arahnya yang membawa map biru.
Sudah semester akhir rupanya...
Gayanya begitu unik di balik almamater hijau dan celana hitam yang di lipat dibagian bawahnya.
Wajahnya begitu teduh dan tegas dengan jenggot tipis di sekitar dagunya.
Auranya terasa luwes dan bersahaja, begitu kontras dengan pemuda di sekitarnya.
Baru kali itu aku melihatnya, hanya sekali dari sekian banyak hari di STT Nurul Jadid ini...
"Assalamu'alaikum Ziq" seseorang menyapanya.
'Wa'alaikumussalam" jawabnya sumringah.
Namanya Ziq, entah apa nama lengkapnya...
Yang jelas dia sudah meninggalkan sesuatu di fikiran adik tingkatnya ini...
Entah kapan akan bertemu lagi...
Bahkan wisudanya hanya terhitung dalam hitungan hari...
Aku berdiri mematung di depan etalase di koperasi kampus.
Seketika semua suara di sekitarku menghilang~
Ada sosok ikhwan yang menarik beberapa meter dariku, sekilas pandangan kami beradu... benar benar kurang pantas sebenarnya.
Parahnya aku masih mencuri pandang ke arahnya yang membawa map biru.
Sudah semester akhir rupanya...
Gayanya begitu unik di balik almamater hijau dan celana hitam yang di lipat dibagian bawahnya.
Wajahnya begitu teduh dan tegas dengan jenggot tipis di sekitar dagunya.
Auranya terasa luwes dan bersahaja, begitu kontras dengan pemuda di sekitarnya.
Baru kali itu aku melihatnya, hanya sekali dari sekian banyak hari di STT Nurul Jadid ini...
"Assalamu'alaikum Ziq" seseorang menyapanya.
'Wa'alaikumussalam" jawabnya sumringah.
Namanya Ziq, entah apa nama lengkapnya...
Yang jelas dia sudah meninggalkan sesuatu di fikiran adik tingkatnya ini...
Entah kapan akan bertemu lagi...
Bahkan wisudanya hanya terhitung dalam hitungan hari...
Seketika semua suara di sekitarku menghilang~
Ada sosok ikhwan yang menarik beberapa meter dariku, sekilas pandangan kami beradu... benar benar kurang pantas sebenarnya.
Parahnya aku masih mencuri pandang ke arahnya yang membawa map biru.
Sudah semester akhir rupanya...
Gayanya begitu unik di balik almamater hijau dan celana hitam yang di lipat dibagian bawahnya.
Wajahnya begitu teduh dan tegas dengan jenggot tipis di sekitar dagunya.
Auranya terasa luwes dan bersahaja, begitu kontras dengan pemuda di sekitarnya.
Baru kali itu aku melihatnya, hanya sekali dari sekian banyak hari di STT Nurul Jadid ini...
"Assalamu'alaikum Ziq" seseorang menyapanya.
'Wa'alaikumussalam" jawabnya sumringah.
Namanya Ziq, entah apa nama lengkapnya...
Yang jelas dia sudah meninggalkan sesuatu di fikiran adik tingkatnya ini...
Entah kapan akan bertemu lagi...
Bahkan wisudanya hanya terhitung dalam hitungan hari...
Langganan:
Postingan (Atom)


