Every time I close my eyes I see you in front of me
I still can hear your voice calling out my name
And I remember all the stories you told me
I miss the time you were around (x2)
But I’m so grateful for every moment I spent with you
‘Cause I know life won’t last forever
Chorus:
You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone
Gone so soon
Night and day, I still feel you are close to me
And I remember you in every prayer that I make
Every single day may you be shaded by His mercy
But life is not the same, and it will never be the same
But I’m so thankful for every memory I shared with you
‘Cause I know this life is not forever
CHORUS
There were days when I had no strength to go on
I felt so weak and I just couldn’t help asking: “Why?”
But I got through all the pain when I truly accepted
That to God we all belong, and to Him we’ll return, ooh

~ oOo ~

Setiap kali aku menutup mata aku melihatmu di depanku
Aku masih bisa mendengar suaramu memanggil namaku
Dan aku ingat semua kisah yang kau ceritakan padaku
Aku merindukan hari-hari saat kamu ada
Tapi aku bersyukur untuk setiap saat yang kuhabiskan bersamamu
Karena aku tahu kehidupan tidak berlangsung selamanya
Chorus:
Kamu pergi sangat dini, sangat dini
Kamu pergi sangat dini, sangat dini
Aku harus berjalan terus karena aku tahu ini sudah terlalu lama
Aku harus menghentikan air mata ini, menjaga imanku dan tetap kuat
Aku melihatmu dalam mimpiku tapi saat aku bangun kamu sudah pergi
Pergi sangat dini
Malam dan siang, aku masih bisa merasakanmu di dekatku
Dan aku mengingatmu di setiap doa yang aku panjatkan
Setiap hari semoga kau dilimpahkan dengan rahmat-Nya
Tapi hidupku sudah tidak sama, tidak akan pernah sama
Tapi aku bersyukur untuk setiap saat yang kuhabiskan bersamamu
Karena aku tahu kehidupan tidak berlangsung selamanya
Chorus:
Kamu pergi sangat dini, sangat dini
Kamu pergi sangat dini, sangat dini
Aku harus berjalan terus karena aku tahu ini sudah terlalu lama
Aku harus menghentikan air mata ini, menjaga imanku dan tetap kuat
Aku melihatmu dalam mimpiku tapi saat aku bangun kamu sudah pergi
Pergi sangat dini

Ada hari-hari dimana aku tidak mempunyai kekuatan untuk melanjutkan
Aku merasa sangat lemah dan tidak dapat menahan bertanya "Kenapa?"
Tapi aku dapat melewati semua rasa sakit itu saat aku benar-benar menerima
Bahwa kita semua milik Tuhan, dan kepada-Nya kita berpulang, ooh
I
I was a foolish little child
Waktu masih kecil aku seenaknya
Crazy things I used to do
Banyak hal gila yang kulakukan
And all the pain I put you through
Dan banyak kubuat kau sakit hati
Mama now I’m here for you
Mama kini aku di sini untukmu

II
For all the times I made you cry
Untuk saat-saat kubuat kau menangis
The days I told you lies
Hari-hari kubohongi dirimu
Now it’s time for you to rise
Kini saatnya bagimu tuk bangkit
For all the things you sacrificed
Untuk semua yang tlah kau korbankan

III
(2x)
Oooh
If I could turn back time rewind
Andai bisa kuputar waktu
If I could make it undone I swear that I would
Andai bisa kuhapus semuanya, pasti kan kulakukan
I would make it up to you
Kan kuperbaiki semua kesalahaku padamu

IV
Mom I’m all grown up now
Mama, kini aku tlah dewasa
It's a brand new day
Ini adalah hari yang baru
I’d like to put a smile on your face everyday
Ingin kubuat kau tersenyum setiap hari

V
Mom I’m all grown up now
Mama, kini aku tlah dewasa
And it’s not too late
Dan belumlah terlambat
I’d like to put a smile on your face everyday
Ingin kubuat kau tersenyum setiap hari

VI
You know you are the number one for me (3x)
Kau tahu bagiku kau yang paling hebat
Oh oh
Number one for me
Bagiku kau yang paling hebat

VII
Now I finally understand
Kini akhirnya aku mengerti
Your famous line
Kata-kata bijakmu
About the day I’d face in time
Tentang masa yang akan kuhadapi
Coz now I have a child of mine
Karena kini aku sudah punya anak

VIII
Even though I was so bad
Meskipun dulu aku sangat nakal
I’ve learnt so much from you
Aku tlah banyak belajar darimu
Now I’m trying to do it too
Kini kan kucoba menirunya
Love my kids the way you do
Cintai anak-anakku seperti yang kaulakukan padaku

Back to III, IV, V, Vi

There is no one in this world
Tak ada seorang pun di dunia ini
That can take your place
Yang bisa gantikanmu
Oooh I’m sorry for ever taken you for granted
Oooh maafkan aku dulu tak begitu menganggapmu

I will use every chance I get
Kan kugunakan setiap kesempatan yang kupunya
To make you smile
Tuk membuatmu tersenyum
Whenever I’m around you
Kapanpun aku di dekatmu

Now 
I will to try to love you
Kini kan kucoba tuk mencintaimu
Like you love me
Seperti kau mencintaiku
Only God knows how much you mean to me
Hanya Tuhan yang tahu betapa berartinya dirimu bagiku

Back to III, IV, V, VI
I'm about to lose the battle and cross the line
Aku hampir kalah perang dan menyeberang
I'm about to make another mistake
Aku hampir lakukan kesalahan lagi
And even though I try to stay awake
Dan meskipun aku berusaha tuk tetap sadar
Everything around me keeps dragging me in
Segala di sekelilingku terus menarikku
I can't help thinking to myself
Aku tak bisa menasehati diri sendiri
what if my time would end today, today, today,
Bagaimana jika ajalku tiba hari ini
Can I guarantee that I will get another chance
Bisakah kujamin bahwa aku kan dapat kesempatan lain
Before it's too late, too late, too late
Sebelum semuanya terlambat

CHORUS
Forgive me
Ampuni aku
My heart is so full of regret
Hatiku penuh penyesalan
Forgive me
Ampuni aku
Now is the right time for me to repent, repent, repent
Kini saat yang tepat bagiku tuk bertaubat

Am I out of my mind?
Apakah aku gila?
What did I do?
Apa yang sudah kulakukan?
Oh, I feel so bad
Oh, aku merasa menyesal
And everytime I try to start all over again
Dan tiap kali kucoba tuk mengulanginya lagi
My shame comes back to haunt me
Perasaan malu terus datang menghantuiku
I'm trying hard to walk away
Aku berusaha keras tuk pergi

But temptation is surrounding me
Tapi godaan mengelilingiku
I wish that I could find the strength
Andai aku bisa temukan kekuatan
To change my life before it's too late, too late, too late
Tuk mengubah hidupku sebelum semuanya terlambat

CHORUS

I know, Oh Allah, You're the most forgiving
Aku tahu, oh Allah, engkau maha pemaaf
And that You promised to always be there
Dan bahwa Kau kan selalu ada
When I call upon you
Saat aku membutuhkan-Mu
So now I'm standing here
 
Maka kini aku berdiri di hadapanmu
Ashamed of all the mistakes I've commited
Malu dengan segala kesalahan yang telah kulakukan
Please don't turn me away
Kumohon jangan palingkan wajah-Mu dariku
And hear my prayer when
 I ask you to
Dan dengarkanlah doaku saat aku memohon kepada-Mu

CHORUS (3x)


Gathered here with my family
My neighbours and my friends
Standing firm together against oppression holding hands
It doesn't matter where you're from
Or if you're young, old, women or man
We're here for the same reason; we want to take back our land

Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we're here together

Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us

No more being prisoners in our homes
No more being afraid to talk
Our dream is just to be free, just to be free
Now when we've taking our first step
Towards a life of complete freedom
We can see our dream getting closer and closer, we're almost there

Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we're here together

Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us

I can feel the pride in the air
And it makes me strong to see everyone
Standing together holding hands in unity
Shouting out load demanding their right for freedom
This is it and we're not backing of
Oh God we know you hear our call

And we're calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, calling for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us

~ oOo ~

Berkumpul di sini dengan keluargaku
tetanggaku dan teman-temanku
Berdiri teguh bersama-sama melawan penindasan, saling berpegang tangan
Tidak peduli dari mana asalmu
Atau jika kqamu masih muda, tua, wanita atau pria
Kami di sini untuk tujuan yang sama, kami ingin mengambil kembali tanah kami

Oh Tuhan terima kasih
Telah memberikan kita kekuatan untuk bertahan
Dan sekarang kita di sini bersama-sama

Memanggilmu untuk kemerdekaan, kemerdekaan
Kami tahu kau bisa mendengar panggilan kami ooh
Kami menyerukan kemerdekaan memperjuangkan kebebasan
Kami tahu kau tidak akan membiarkan kita jatuh oh
Kami tahu kau di sini dengan kami

Tidak ada lagi yang menjadi tahanan di rumah kita
Tidak ada lagi yang takut untuk berbicara
Impian kami adalah hanya untuk Merdeka, hanya untuk merdeka
Sekarang ketika kita sudah mengambil langkah pertama kami
Menuju kemerdekaan yang sempurna
Kita bisa melihat impian kami semakin dekat dan dekat, kita hampir sampai

Oh Tuhan terima kasih
Telah memberikan kita kekuatan untuk bertahan
Dan sekarang kita di sini bersama-sam

Memanggilmu untuk kemerdekaan, kemerdekaan
Kami tahu kau bisa mendengar panggilan kami ooh
Kami menyerukan kemerdekaan memperjuangkan kebebasan
Kami tahu kau tidak akan membiarkan kita jatuh oh
Kami tahu kau di sini dengan kami

Aku merasa bangga di angkasa
Dan itu membuatku kuat untuk melihat semua orang
Berdiri bersama-sama berpegangan tangan dalam kesatuan
Berteriak mengeluarkan beban menuntut hak mereka untuk kebebasan
Kita tidak akan mundur
Ya Tuhan kami tahu Kau mendengar panggilan kami

Dan kami memanggilMu untuk kebebasan, kebebasan
Kami tahu Kau bisa mendengar panggilan kami ooh
Kami menyerukan kebebasan, menyerukan kebebasan
Kami tahu Kau tidak akan membiarkan kita jatuh oh
Kami tahu kau di sini dengan kami


Tidak banyak yang bia dilakukan malam ini ,,
Hanya bisa termangu menatap monitor, malas untuk berbicara hanya rela bergulat dengan perasaan yang sepi… lebih sunyi dari malam ini T_T
Tiba-tiba saja terpaut pada buku bersampul coklat dengan tulisan “Diary” di depannya ,,
Entah kapan terakhir kali aku menulis didalamnya…
Lembar pertama ku buka… membuatku terus melanjutkan kelembar-lembarberikutnya…
Aku terhenti di halaman  29/07/2013, tulisan tentang seseorang yang aku tulis dengan tinta warna-warni… 
~oOo~
29/07/2013
          Ketika Allah menganugerahkan ‘rasa ini’, aku yakin Dia punya alasan “Mengapa itu harus tertuju padamu”. Kamu sudah pasti tidak sempurna, tetapi kesadaranmu tentang sebuah ‘ketidak sempurnaan’ membuatku menyisihkan ruang untuk menempatkanmu dalam jiwa.
          Aku juga bukan manusia yang memiliki kemampuan menilai dengan sempurna, apalagi menilai manusia dengan keimanan yang statis, imanmu dan imanku...
          Siapalah aku ini...? aku hanya wanita akhir zaman yang kufur akan nikmat, tidak bisa menata hati agar layak untuk disinggahi. Tapi, kadang dikala sendiri aku teringat akan diri ‘Bagaimana jadinya jika rasaku ini malah membahayakanmu...?!”. aku belum tentu bisa menjadi sosok yang bisa mengantarkanmu ke surga Allah, maka aku sendiripun tidak rela menjadi alasan Allah menarikmu ke neraka. Inilah kebenaran yang kadang ditutupi syaitan.
          Maka Yaa... Allah...
          Bantu aku untuk menjelaskan padanya...
          Bahwa aku mengindar bukan karena rasa kecewa...
          Aku menghindar bukan karena segala bentuk kekurangannya...
          Tidak terbersit sedikitpun kalkulasi untung rugi dalam mencintainya...
Kadang aku juga berada pada titik manusia biasa, yang ingin digelapakan mata atas dunia...
Aku ingin penyatuan kami meamng Engkau cintai dan pantas bersatu untuk membangun cinta yang hakiki untuk-Mu, hanya untuk Engkau Yaa Rabb..
Tutupkanlah pintu-pintu maksiat untuk kami didunia-Mu yang fana ini...
Putuskanlah jalan-jalan dengan ujung hasrat yang Engkau murkai...
Kuatkan kami untuk menahan pandangan kami atas siapapun... siapapun yang tak halal untuk kami menahannya di fikiran kami...
Mampukanlah kami untuk menjaga perhiasan-perhiasan kami Yaa Allah...
Rantailah jiwa kami dalam lantunan syi’ar kalam-Mu yang Maha Benar...
Percayakanlah dan yakinkanlah kami atas bisyarah yang Engkau janjikan atas hamba-hamba-Mu yang menahan syahwat...
Mudahkanlah Yaa Allah...
Lingkarkanlah kami atas halaqoh keagungan Islam-Mu...
Ceraikanlah kami dalam ikhtilat yang mengancam keimana kami atas Dirimu...
Mudahkanlah urusan kami sebagai ganti beratnya menjauhi maksiat atas nama-Mu...
                                                                             Bumi Allah
                                                                             Pajarakan



Benar-benar tercengang ,,
Bagaimana bisa aku menulisa hal seperti ini...? ,,
Aku merasa tertipu diri sendiri, jika melihat dimana sekarang aku berdiri...

Maafkan Atika ,,
Menyingkap beberapa fenomena Hijaber yang telah bertentangan dengan syari'at Islam.     VS


Pakaian dan perhiasan adalah dua aspek kemajuan dan peradaban. Meninggalkan keduanya berarti kembali kepada kehidupan hewani ( tak berbusana ). Sedang hak milik wanita yang paling utama adalah kemuliaan, rasa malu, dan kehormatan diri. Pakaian dalam islam bukanlah hanya sekedar hiasan yang menempel ditubuh, tetapi pakaian yang menutup aurat. Dengan islam mewajibkan setiap muslim untuk menutupi anggota tubuhnya yang menarik lawan jenis..

Sedangkan masalah berhijab ( berbusana yang menutupi seluruh bagian tubuh dari kepala hingga telapak kaki ) bagi muslimah bukanlah masalah sepele, melainkan masalah besar dan substansi dalam agama Islam. Berhijab bukanlah sisa peninggalan adat bangsa arab, yang membuat muslimah non-arab, tidak boleh menirunya. Tapi yang diperselisihkan ada tidaknya berhijab itu sehingga wanita muslimah bebas mengenakan atau tidak, padahal hijab adalah suatu hukum yang tegas dan pasti bagi muslimah diwajibkan oleh Allah untuk mengenakannya.

Hijab selayaknya dalah pakaian yang tidak berwarna mencolok dan menarik mata, Hijab adalah ibadah karena Allah... bukan karena tuntutan fashion dari wanita-wanita kafir. Allah menurunkan
surat Al-A’raf ayat 26 yang artinya  :

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”

Islam mengajarkan tata cara berhijab dengan benar, Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 33 enerangkan  :

                Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

                Hukum berjilbab atas wanita muslimah, suatu ketetapan yang tidak bisa ditawar-tawar atau ditolak dengan dalih apapun, karena Allah yang kita sembah dengan ibadah shalat dan yang lainnya, Dialah juga yang mewajibkan wanita muslimah untuk berjilbab.Al ur'antelah memuat syarat-syarat pakaian yang wajib dikenakan oleh wanita muslimah sampai dengan mengenakan pakaian yang memenuhi syari’at . Sehingga jadilah wanita muslimah berbeda dengan wanita yang bukan muslimah (baca: wanita kafir) dan memang seharusnya demikian.

                Begitu banyak wanita yang masih enggan mengenakan hijab karen alasan ingin menghijabi hati terlebih dahulu, padahal perintah berhijab adalah perintah yan sesuai dengan ayat di atas.langsung dari Allah.

                Hijab memang tidak bisa dijadikan barometer kealiman seseorang, tapi Hijab adalah perintah Allah yang tidak dapat ditawar. Mereka mengatakan jilbab membuat panas dan gerah, tapi mereka lupa bahwa panasnya berhijab tidak berarti apa-apa dibanding panasnya api neraka.

                               Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah radhiallahu’anha, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31) Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.”

begitulah kira-kira tunduknya para muslimah pada zaman nabi yang penuh dengan ketaatan yang tulus untuk bersegera kepada ALLAH dan Rasul-Nya.

Selain menjadi perintah yang turun langsung dari Allah, hijab juga terkenal sebagai pakaina yang mengenal setiap peradaban dan budaya manusia. ini dilihat dari berkembangnya tren hijab dari masa-kemasa, dari zaman Rasulullah hingga masa sekarang. Lebih dari itu pengidentitsan Hijab setiap wilayah negara juga berbeda-beda. Dari perbedaan dan kemajuan zaman inilah timbul teori-teori baru tentang hijab. Hijab tak lagi dipandang sebagai busanan yang membosankan. begitu banyak kemajuan tentang Hijab baikdari segi mode atau kualitas kain yang tidak lagi monoton.

                Namun akibat ke kreatifan manusia atas tren hijab muncullah gaya hijab yang tidak sesuai dengan apa yang Allah deskripsikan dalam Al Qur'an. Fenomena Hijab trendy mulai bergelut dan memasyarakat. Saat ini Hijab merupakan trendi yang paling di gemari oleh wanita muslimah. Pusat perbelanjaan sampai bisnis online pun kian meraup pundi-pundi keuntungan besar karena adanya fenomena hijab saat ini.

Biasanya dekat-dekat hari raya Idul Fitri, hijab merupakan salah satu busana, fashion atau tren yang dicari-cari oleh para kaum hawa muslimah. Maka dari itu pedagang ataupun pengusaha hijab meraih rezeki yang melimpah, omzet mereka bisa sampai berlipat-lipat dari pada biasanya, ini membuktikan bahwa muslimah di Indonesia mulai menyadari bahwa berhijab yang sifatnya menutupi aurat merupakan salah satu kewajiban.

Hadirnya komunitas hijabers menjadi fenomena tersendiri bagi busana muslim tanah air dalam setahun terakhir. Pasalnya, fashion tersebut memberikan peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan tatanan masyarakat.

Komunitas Hijabers bisa dibilang menjadi penggagas penggunaan jilbab dan busana muslim yang gaya, trendi, cantik dan segar. Berkat mereka pula, jilbab dilirik anak muda yang menggemari dunia mode. Kemunculan komunitas hijabers pada tahun 2012 dirasakan banyak aspek, tidak saja memengaruhi pemakai hijab, tapi juga membuat peluang bisnis busana muslim terbuka lebar. Hal itu juga membuat tren berbusana tersendiri menjadi lebih membanggakan.

                Kembali lagi pada Hijab yang dimaksudkan dalam islam, fenomena Hijab trendy ini menjadi perdebatan bak buah simalakama. Karena di satu sisi begitu banyak wanita yang tertarik untuk mengenakan hijab namun disisi lain mereka tidak menghiraukan komposisi yang benar menurut agama. Sebagan dari mereka tergerak mengaenakan hijab karena desakan mode zaman bukan berdasarkan dorongan karena Allah SWT.


                Kesalahkaprahan trend hijab ini tentu saja tidak bisa di berantas dengan mudah. KARENA MEMBERANTAS HAL YANG SUDAH MENJADI KOMUNITAS SUSAH. Selain itu akna timbul elakan bahwa komunitas hijab tren ini berdiri tidak merugikan negara namun bahkan bisa menaikkan pendapatan perorangan maupun negara selain itu karena negara Indonesia merupakan negara dengan tatanan demokratisan, bukan negara berbasis islam. Namun jika menitik pada agama, seseorang tidak selayaknya melayangkan ideologinya pada lingkungan sekitar yang mengikatnya misal ideologi sutu negara bisa saja berubah, karena kebutuhan suatu masyarakat bisa saja berubah....

Semoga Allah menggolongkan kita dengan orang-orang yang sadar ^_^

Haii ,, JKali ini sudutsinggah hadir dengan kantung mata yang masih belum hilang akibat begadang ngerjain project ini.Ini tugas mata kuliah  Animasi Desain Grafik disemester 5 ,,Nah, project sederhana ini bertemakan “Promo Iklan” menggunakan program Macromedia Flash ,,Buat sobat yang pengen punya file ini buat inspirasi, silahkan download disini ,,



Naaah… ini sekedar tampilan Excelnya saja… makanya rada blepotan :D
Untuk sobat yang ingin tahu, atau ingin cek softfile nya buat refrensi atau untuk di koreksi silahkan download disini ,,
~~ TUGAS II~~

.: INFORMATION RETRIEVAL :.

Sukses terus… meskipun sempet bingung ini itu ngerjakan, sekalian belajar nge-blog toh…??!! J



Kota Jakarta yang keras mendidikku dengan beringas. Sulit bertahan hidup di tempat yang sesak ini. Kejahatan selalu mengintai jiwa dan raga tak pandang bulu. Baru 2 tahun aku ditinggal Abah yang bekerja menjadi kuli bangunan kehidupanku benar-benar berubah. Aku harus menghidupi ibu dan adikku yang masih SD. Dengan berbekal ijazah SMK aku memutuskan untuk bergabung di dalam komunitas bakti sosial. Tak banyak uang yang bisa aku hasilkan, ibu yang sudah beranjak tua dengan profesi sebagai buruh pabrik tak cukup mampu untukku menjadi perempuan metropolis yang identik dengan hidup glamour. Keringat dan airmata kami hanya untuk Tian, adik bungsuku. Dialah harapan kami untuk kedepannya. Aku akan terus memperjuangkannya seperti amanah Abah sebelum beliau meninggal.

Sebenarnya bisa saja aku mendapat uang banyak dengan mudah. Tapi, aku harus rela menggadaikan harga diri dengan menjadi orang yang tidak benar. Atas nama Abah, aku tidak akan menambah keburukanku menjadi manusia yang sudah sarat dengan dosa. Begitu banyak perempuan-perempuan cantik seusiaku yangmengahbiskan malam di dengan laki-laki tidak bermoral. Latar belakang keluarga mereka tidaklah semua susah, bahkan mereka adalah anak-anak orang kaya yang membutuhkan teman atau mungkin hanya mengikuti piciknya zaman.

Waktu mepertemukanku dengan laki-laki sholeh bernama Abas. Seorang yatim yang tinggal disebuah kontrakan kecil dengan ibunya yang sudah renta. Namun, Abas adalah seorang mahasiswa sebuah Universitas terkenal. Dia adalah mahasiswa jempolan yang dibanjiri beasiswa karena bakat dan kepintarannya. Aku sangat mengenal Abas, keluarganya adalah pendatang dari Jawa Timur… sebuah tempat indah dikaki gunung Bromo, Sukapura namanya.
“Malika, andai kamu tau tempat dimana aku lahir… pasti kamu akan merasa iri” begitu bisanya dia menggodaku.

Abas dan keluarganya adalah korban iming-iming cerita para perantau yang mengatakan bahwa Jakarta adalah surga yang penuh gemerlap cerita indah seperti ditelevisi. Ayah Abas adalah seorang mandor bangunan yang sukses, namun Ayahnya meninggal saat dia baru masuk tahun kedua saat kuliah. Alhasil sejak saat itu Abas tak henti mengejar beasiswa demi melanjutkan kuliahnya. Namun, meski begitu Abas tidak hanya ingin bergantung pada beasiswa saja. Dia tak segan menghabiskan malam harinya menjadi tukang parkir sebuah mall besar.

Kesederhanaan dan kemandirian seoarang Abas membuatku jatuh cinta. 3 tahun kami menjalin hungungan meski bolak balik putus nyambung. Abas sudah menyelesaikan kuliahnya, kini dia adalah pemuda dengan gelar S1 Teknik Sipil. Abas nampak gagah dengan baju Toga waktu acara wisudanya. Saat itu aku hadir, ikut mendampingi ibunya yang sudah tidak kuat untuk berjalan. Kami sempat menyempatkan diri untuk foto bertiga, seperti sebuah keluarga menuruti permintaan ibunya.

Tak henti aku memandangi fotonya, saat itu lah ibu tak terasa sudah berdiri dibelakang pundakku.
“Abas pemuda yang baik, ibu suka…” kata ibuku pelan membuat dadaku berdebar.
“Ah, Abas baru saja lulus Bu… pasti dia masih memikirkan pekerjaan dan mematangkan hidup” elakku malu.
Kata-kata ibu terngiang berhari-hari ditelingaku. Hingga suatu hari disebuah taman kota…
“Hubungan yang serius?” tanyanya.
Aku mengangguk. Dia diam saja, wajahnya terlihat tertekan. Aku pegang lembut tanggannya, dingin.
“Aku tidak memaksa, hanya saja…” kataku tertahan.
“Malika… maaf, aku belum bisa” tanggapnya sendu.
Aku kecewa, namun aku tutupi semua dengan seulas senyum tipis.
“Aku harap kamu paham posisiku, aku takut gak bisa kasi kamu penghidupan yang layak”
Aku mulai meneteskan airmata.
“Di satu sisi, aku butuh kamu untuk ibu dan masa depanku… kamu tau kan cuma kamu dan ibuku harta yang aku miliki” katanya sendu membuatku sadar mungkin aku memang terlalau cepat meminta pernikahan.
Dia mengusap pipiku lembut, lalu mengelurkan sesuatu dari sakunya… cincin.
“Ini… titipan dari ibu, buat kamu” katanya sambil memasangkannya di jari manisku.
Aku terlonjak sampai tak bisa berkata-kata.
“Ini cintin pernikahan ibu, di jaga yah…” katanya sambil tersenyum.
“Terima kasih” kataku bergetar. Kalau saja aku tidak buru-buru sadar mungkin aku sudah meloncat kepelukannya.
Dia memandangku dalam beberapa lama sampai membuatku salah tingkah.
“Besok… aku ke Timika” katanya.
Aku berharap pendengaranku salah, bibirku kelu bingung akan menanggapi seperti apa.
“Apa?!” tanyaku kaget.
“Aku ke Timika… besok, aku akan berlayar” katanya lagi membuatku bergetar, tak ada lagi hasratku untuk berkata-kata. Kali ini aku sudah mengerti jalan fikiran Abas. Dan akhirnyapun aku membiarkannya pergi berharap dia cepat kembali lalu membangun keluarga kecil yang aku impi-impikan.

Sejak kepergian Abas ke Timika, ibunya tinggal denganku. Ayah Abas sebagai teman Abah sewaktu bekerja dulu membuat hubungan ibuku dan ibu Abas seperti keluarga saja. Abas membantu kebutuhan keluarga kami. Jarak yang jauh malah tersa semakin dekat. Hingga suatu saat 2 bulan lamanya Abas tidak mengirimkan kabar, kami semua panik. Berulang kali aku mendatangi agen tempatnya bekerja tapi mereka bilang mereka juga belum mendapatkan kabar apapun.

Hingga suatu hari, 3 orang TNI mendatangi rumahku. Perawakan mereka begitu sangar, namun sepertinya hari ini mereka nampak lemah.
“Kapal yang ditumpangi Abas Trinata diserang pembajak, beliau… meninggal dunia” ucap sang tentara pelan.
Seketika duniaku bergoncang, seperti ada batu besar menimpa kepalaku, kerongkonganku tercekat.
“Kembalikan anakku…??!!” terak ibu Abas membuatku semakin tak berdaya.
“Kami masih dalam proses penyelidikan Bu…” jawab sang tentara sendu.
Tak banyak yang bisa kami lakukan waktu itu. 3 tentara itu hanya meninggalkan  sebuah koper milik Abas. Ibu Abas kehilangan kesadaran ditemani ibu dan adikku. Sedangkan aku mengunci diri di kamar, aku menangis sampai kepalaku sakit serasa ingin mati. Perlahan ku buka kopernya yang usang. Terlihat baju-baju yang biasa ia kenakan dulu, sebuah sajadah merah pemberianku, beberapa pil sakit kepala, pistol tanpa peluru, dan sepucuk surat.

Hindia, 15 Mei.
Assalamu’alaikum Malika.
Kekasihku yang tak pernah memburam meski lautan yang hampa terus meranjau disetiap ku layangkan pandang. Aku harap kau dan keluarga sehat tak kurang suatu apapun. Malika, maafkan aku sudah membuatmu menunggu. Aku juga ingin cepat pulang dan melamarmu, aku ingin kita cepat utuh menjadi sebuah keluarga. Menemani hari tua ibu-ibu kita dan memberi mereka cucu-cucu yang lucu.
Terimakasih sudah mau merawat Ibuku, harta terindahku…
Jaga dan sayangilah beliau seperti ibumu sendiri, kepada siapa lagi akan kutitipkan hari-hari tuanya jika bukan padamu? Perempuan yang paling aku percaya dan kasihi. Sampaikan pada Ibuku, bahwa aku sangat mencintainya. Tunggulah lajangnya ini datang dengan selamat. Jangan pernah putuskan do’anya untukku. Tanpa dia aku bukan siapa-siapa…
Malika, lautan mengingatkan aku bahwa Allah itu Maha Besar…
Lebih besar dari yang bisa di bayangkan manusia…
Kehidupanku serasa begitu dekat dengan maut tipa waktu…
Ombak samudra begitu besar, sampai membuatku ingin menangis dipelukan ibu…
Angin adalah temanku, teman yang sering kutitipkan ciuman kecil dariku untukmu…
Apa itu sampai…??
Hatiku tidak pernah membiarkan aku meragu menjalani ini, karena ini adalalah awal pembuktian aku ingin kau bahagia. Aku harap kau juga melakukan hal yang sama.
Malika, jika saja suatu waktu mungkin aku tidak kembali. Berjanjilah untuk tetap menjalani hari-harimu seperti biasa. Lanjutkan hidupmu dengan laki-laki yang bisa membimbingmu ke surga Allah. Simpan rapat-rapat bayanganku, dan jangan pernah mengungkitnya lagi. Berjanjilah jangan pernah menangisi kepergianku. Menikahlah, dan jadilah istri yang mencintai suami dan anak-anakmu. Aku sedang tidak ingin membuatku takut, hanya saja aku takut tidak sempat mengatakan ini padamu…
Aku mencintaimu…
Malika, tunggu aku sebisamu saja sayang…

Abas
                Airmataku menetes memercik ke atas tintanya. Dadaku sakit tak sanggup menyebut namanya.

Hidupku terasa berakhir saat itu, kenagan-kenangan yang melintas tanpa izin di otakku membuat aku sekarat tak dalam sehari namun sampai 3 tahun kepergiannya. Yah, kini Abas pelautku sudah tertimbun air samudra, tapi tidak dengan cinta dan penantianku. Ibu Abas juga telah meninggal dunia, namun sukur beliau meninggal dalam keadaan yang baik. Dia bisa mengikhlaskan putranya lalu memilih menyibukkan diri dengan mengingat Allah hingga beliau meninggal karena sakit setahun setelah kepergian Abas.

Aku belum bisa menerima orang lain menggantikan Abas. Aku menjalani hidup seperti sebelumnya, menyibukkan diri dengan kegiatan sosial. Yah, aku bahagia… tak lagi terbersit di fikiranku untuk menjalin cinta. Aku hanya ingin hidup sendiri dan mengabdikan sisa umurku pada kenangan-kenangan yang ditinggalkan Abas dulu, pelautku yang tak pernah kembali.



Bumi Allah
 Pajarakan