Aku berdiri mematung di depan etalase di koperasi kampus.
Seketika semua suara di sekitarku menghilang~
Ada sosok ikhwan yang menarik beberapa meter dariku, sekilas pandangan kami beradu... benar benar kurang pantas sebenarnya.
Parahnya aku masih mencuri pandang ke arahnya yang membawa map biru.
Sudah semester akhir rupanya...
Gayanya begitu unik di balik almamater hijau dan celana hitam yang di lipat dibagian bawahnya.
Wajahnya begitu teduh dan tegas dengan jenggot tipis di sekitar dagunya.
Auranya terasa luwes dan bersahaja, begitu kontras dengan pemuda di sekitarnya.
Baru kali itu aku melihatnya, hanya sekali dari sekian banyak hari di STT Nurul Jadid ini...

"Assalamu'alaikum Ziq" seseorang menyapanya.

'Wa'alaikumussalam" jawabnya sumringah.

Namanya Ziq, entah apa nama lengkapnya...
Yang jelas dia sudah meninggalkan sesuatu di fikiran adik tingkatnya ini...
Entah kapan akan bertemu lagi...
Bahkan wisudanya hanya terhitung dalam hitungan hari...

Aku berdiri mematung di depan etalase di koperasi kampus.
Seketika semua suara di sekitarku menghilang~
Ada sosok ikhwan yang menarik beberapa meter dariku, sekilas pandangan kami beradu... benar benar kurang pantas sebenarnya.
Parahnya aku masih mencuri pandang ke arahnya yang membawa map biru.
Sudah semester akhir rupanya...
Gayanya begitu unik di balik almamater hijau dan celana hitam yang di lipat dibagian bawahnya.
Wajahnya begitu teduh dan tegas dengan jenggot tipis di sekitar dagunya.
Auranya terasa luwes dan bersahaja, begitu kontras dengan pemuda di sekitarnya.
Baru kali itu aku melihatnya, hanya sekali dari sekian banyak hari di STT Nurul Jadid ini...

"Assalamu'alaikum Ziq" seseorang menyapanya.

'Wa'alaikumussalam" jawabnya sumringah.

Namanya Ziq, entah apa nama lengkapnya...
Yang jelas dia sudah meninggalkan sesuatu di fikiran adik tingkatnya ini...
Entah kapan akan bertemu lagi...
Bahkan wisudanya hanya terhitung dalam hitungan hari...

Aku berdiri mematung di depan etalase di koperasi kampus.
Seketika semua suara di sekitarku menghilang~
Ada sosok ikhwan yang menarik beberapa meter dariku, sekilas pandangan kami beradu... benar benar kurang pantas sebenarnya.
Parahnya aku masih mencuri pandang ke arahnya yang membawa map biru.
Sudah semester akhir rupanya...
Gayanya begitu unik di balik almamater hijau dan celana hitam yang di lipat dibagian bawahnya.
Wajahnya begitu teduh dan tegas dengan jenggot tipis di sekitar dagunya.
Auranya terasa luwes dan bersahaja, begitu kontras dengan pemuda di sekitarnya.
Baru kali itu aku melihatnya, hanya sekali dari sekian banyak hari di STT Nurul Jadid ini...

"Assalamu'alaikum Ziq" seseorang menyapanya.

'Wa'alaikumussalam" jawabnya sumringah.

Namanya Ziq, entah apa nama lengkapnya...
Yang jelas dia sudah meninggalkan sesuatu di fikiran adik tingkatnya ini...
Entah kapan akan bertemu lagi...
Bahkan wisudanya hanya terhitung dalam hitungan hari...

0 komentar:

Posting Komentar